Salmonella Si Kuman Tifus

Setelah 3 hari panas tinggi, anakku Zulfa dibawa lagi periksa ke dokter anak untuk kedua kalinya.Setelah menjalani pemeriksaan laboratorium,akhirnya dokter mengatakan tidak ada indikasi demam berdarah (alhamdulillah,karena di komplek rumah lagi banyak yang kena), tapi dokter mengindikasi adanya penyakit tifus abdominalis atau lebih dikenal dengan demam tifoid atau tifus.

Sebenarnya apa sih tifus itu dan bagaimana pengobatan dan pencegahannya.Karena saking bandelnya,penyakit ini susah diberantas.Pengobatannya memang susah-susah gampang.Penyakit ini bisa  bangkit lagi menyerang bila kuman belum terbasmi dengan baik dan pengobatannya tak tuntas.Bisa muncul gejala ulang atau bahkan yang lebih fatal,dapat terjadi komplikasi pada organ lain.

Bahaya carrier

Penyebab tifus adalah kuman salmonella.Kuman ini terdiri atas Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi A, B, C. Binatang seperti unggas, kucing, anjing, sapi, kuda, babi serta binatang pengerat merupakan sahabat kuman yang juga sangat betah tinggal dalam tubuh manusia.Salmonella typhi umumnya lebih ganas daripada Salmonella paratyphi.Kalau pas naas,dalam tubuh penderita bisa saja hinggap kedua macam salmonella itu.Soalnya kuman ini cukup tangguh.Ia mampu bertahan hidup cukup lama dalam tinja,sampah,daging,telur,makanan yang dikeringkan,bahkan dalam bahan kimia seperti zat pewarna makanan sekalipun.

Salmonella sampai ke dalam tubuh via makanan atau minuman yang tercemar cukup banyak oleh kuman ini.Pencemaran bisa terjadi melalui orang yang mempersiapkan makanan (karena tangannya kotor),akibat makanan masih kurang matang,atau makanan dihinggapi lalat pembawa kuman.Salmonella typhi juga bisa ditularkan para carrier (pembawa kuman) melalui tinjanya.Siapa pembawanya tidak akan tampak,karena ia kelihatan sehat saja.Namun, pada umumnya carrier adalah mereka yang sudah dinyatakan sembuh dari penyakit tifus tapi masih terus mengekskresi salmonella dalam tinja dan air kemihnya.Biasanya ini bisa berlangsung selama lebih dari setahun akibat adanya disfungsi kandung empedu.

Kuman ini bisa menerobos dan bersarang dalam batu empedu atau dalam dinding kandung empedu yang mengandung jaringan ikat akibat radang menahun.Salmonella bisa juga menerobos masuk ke pembuluh darah dan getah bening,kemudian merajalela ke organ-organ tubuh lain,misalnya ke pembuluh darah jantung,paru-paru,empedu,hati dan tulang,bahkan ke otak dan akan menimbulkan peradangan.Umumnya pada kasus komplikasi seperti ini panas tingginya lebih sulit turun dan disertai gejala lain.

Begitu masuk ke dalam tubuh,salmonella dengan leluasa menerobos dan merusak dinding usus.Akibatnya usus terluka sampai bisa mengalami perdarahan.Dalam hal ini tinja penderita berwarna kehitaman.Pada kasus lebih parah dinding usus sampai berlubang.

Demam tifoid pada umumnya berlangsung selama 10-20 hari,meski dapat bervariasi antara 3-60 hari,tergantung jumlah kuman yang menyerbu.Semakin banyak,tentu semakin cepat muncul gejalanya.Lalu,dari hari ke hari demam pada penyakit usus halus ini akan naik.Kalau pada hari-hari pertama demam hanya timbul pada sore atau malam hari,setelah minggu pertama juga akan timbul pada pagi dan siang hari.Bila saat itu penderita belum juga mendapat obat antibiotik yang membantu membasmi kuman tersebut,pada minggu kedua sampai ke empat suhu tinggi akan menetap.

Pada suhu tinggi demikian penderita bisa sampai mengigau dan apatis.Obat yang umum digunakan oleh dokter adalah kloramfenikol dengan dosis 4 x 500 mg/hari pada orang dewasa,dikonsumsi selama tujuh hari bebas panas.Biasanya obat dikonsumsi selama 10-14 hari.Selain demam,gejala tambahan tifus antara lain sakit kepala,lesu,lidah berwarna putih kotor dengan tepi merah,sakit perut,muntah,diare atau malah tidak dapat buang air besar.

Tidak usah bubur saring

Pasien demam tifoid pada umumnya berhenti mengeluarkan salmonella setelah tiga bulan.Bila sampai lebih dari jangka waktu itu ia masih mengeksresi salmonella,ia disebut carrier.Lebih gawat lagi,sekitar 3% pasien masih mengeksresi salmonella lebih dari satu tahun.Carrier jarang terjadi pada anak-anak,melainkan banyak pada bekas penderita usia menengah,dan lebih sering pada wanita dibandingkan pria.

Pengobatan carrier tifoid merupakan masalah cukup sulit.Obat antimikroba yang dapat digunakan misalnya ampisilin dan amoksisilin oral satu gram tiap enam jam selama empat minggu.Gagalnya pengobatan bisa jadi karena kuman sudah terlampu lama bersarang dalam saluran empedu intrahepatik.Sedangkan salmonella dalam tinja lebih mudah dibasmi dengan fluorokinolon oral.

Penderita tidak selalu harus dirawat di rumah sakit,tergantung dari parah tidaknya penyakit tersebut.Pada anak-anak dengan demam paratifoid,komplikasi jarang terjadi.Komplikasi biasanya terjadi bila penderita tidak segera ditangani dengan baik atau perawatannya kurang sempurna.Sebab itu perawatan sejak awal yang melibatkan obat,diet makanan,dan istirahat yang cukup sangat diutamakan.

Bila pasien demam tifoid perlu dirawat di rumah sakit,perawatan tersebut dimaksudkan untuk isolasi,observasi dan pengobatan.Ia harus istirahat berbaring sampai minimal tujuh hari bebas demam atau kurang lebih selama 14 hari.Gunanya untuk mencegah terjadinya komplikasi perdarahan usus atau perforasi usus.Sedangkan mobilisasi pasien dilakukan secara bertahap,sesuai kepulihan pasien.Untuk perawatan dengan kesadaran menurun dianjurkan agar posisi tubuhnya diubah-ubah untuk menghindari komplikasi pneumonia serta luka baring.

Kalau dulu seseorang yang menderita demam tifoid diharuskan makan bubur saring,kini tidak lagi.Makanan padat berupa nasi dengan lauk-pauk rendah selulosa atau serat dan tidak merangsang (asam,pedas,es)boleh diberikan.Namun,mi yang mengandung air abu untuk sementara dilarang.Yang penting,setelah dinyatakan sembuh,diet makanan sehari-harinya tetap perlu mendapatkan perhatian sampai keadaan benar-benar pulih.

Di Indonesia demam tifoid dapat ditemukan sepanjang tahun karena udaranya sangat menunjang pertumbuhan kuman tersebut dan banyak orang kurang memperhatikan higiene makanan.Sebab itu,sampai saat ini demam tifoid sulit diberantas tuntas.Namun,bukan berarti penyakit ini tidak bisa dicegah.

Penyakit tifus tetap dapat dicegah dengan memperhatikan kebersihan lingkungan dan perorangan.Upayakan agar makan tidak dihinggapi lalat dan masaklah makanan dan air minum sampai betul-betul matang.Bila perlu kita bisa mencegahnya daengan imunisasi,terutama saat salmonella sedang mewabah.

 

Sumber : Intisari
Diedit oleh http://www.dbcnetworkku.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s